Konsumsi Pertalite Melonjak 700 Persen!

Produk bahan bakar minyak (BBM) yang meluncur tahun lalu, Pertalite, kini semakin dipilih oleh rakyat Indonesia. Menurut keterangan dari Awan Raharjo, Senior Sales Executive Pertamina Wilayah Jakarta Selatan dan Timur, pemakaian Pertalite sudah melonjak hingga 700 persen.

“Sampai saat ini penerimaan masyarkat sangat bagus. Kalau dilihat data dari Januari – Oktober, pada Januari secara nasional 3.500 kl per hari, sampai akhir oktober itu 28.000 kl lebih per hari. Jika dipersentasekan sudah 700 persen naiknya,” ucap Awan, di Jakarta, Sabtu (19/11/2016).

Awan menjelaskan, masyarakat kini sudah paham akan kebutuhan BBM yang lebih baik. Pertalite dikatakan membawa banyak keuntungan positif ketimbang Premium.

Pada awal tahun ini Awan bilang porsi pemakaian Premium masih mendominasi sampai 80 persen dibanding seluruh produk BBM bensin dari Pertamina. Pada November, porsinya jatuh sampai di bawah 50 persen.

Pertalite merupakan produk tambahan dari Pertamina dengan RON 90 untuk mengisi level di atas Premium RON 88 dan di bawah Pertamax 92. Pertalite diklaim memiliki kualitas lebih baik dan memberikan dampak lebih bagus pada kendaraan.

Kerinduan Rio Haryanto…

Rio Haryanto tercatat terakhir kali memacu mobil balapnya di Arena Hockenheimring, Jerman, pada Juli 2016. Apa aktivitas Rio sesudah itu?

“Sebagai pebalap, semua pasti ingin menjadi main driver (pebalap utama). Saya sangat rindu (kembali ke posisi itu),” ujar Rio seperti dilansir Kompas.com, Sabtu (5/11/2016).

Pemuda asal Solo ini terpaksa didudukkan ke bangku cadangan tim Manor Racing karena tak terpenuhinya pembayaran uang masuk untuk balapan F1 2016. Meski begitu, ia masih ikut rombongan Manor dan tetap melakukan tugasnya dengan profesional.

Sebagai cadangan, Rio bekerja layaknya pebalap utama kecuali berlomba di area sirkuit. Ia konsisten hadir dalam pertemuan tim untuk membicarakan persoalan teknis sebelum balapan.

Rio mengaku tetap optimistis menyongsong kariernya di laga F1 tahun depan. Bagaimanapun, ia mengantongi pengalaman dari debutnya pada musim ini.

“Peluang saya masih cukup besar. Saya sudah memiliki pengalaman, tidak seperti musim lalu ketika saya masih menjadi jebolan dari GP2,” ujar pemuda berusia 23 tahun itu.

Tak salah. Rio memang telah menyelesaikan 12 seri pada musim ini. Ia sudah bertanding di beragam arena balap F1, di antaranya sirkuit di Australia, Bahrain, dan China.

Ke depan, ia berharap dapat bergabung dengan tim yang lebih kompetitif. Sejalan dengan itu pula, Rio berharap bisa mencetak prestasi makin baik.

“Mohon dukungan dari semua pihak agar saya secepatnya mendapatkan tim untuk musim 2017,” ujar Rio.

Sisi lain Rio

Di luar kariernya sebagai pebalap, Rio ternyata punya hobi memasak. Kesukaannya itu datang dari pengalaman saat tinggal jauh dari orangtua.
Kompas/Budiman Tanuerdjo
Rio Haryanto jumpa pers di Melbourne Australia sebelum balapan, Minggu (20/3/2016).

“Dia bisa masak sendiri. Kemampuan masaknya cukup baik, dari masakan nasional sampai Internasional,” kata Sinyo, seperti dikutip Kompas.com Senin (14/3/2016).

Jika bosan dengan menu katering yang disediakan untuk timnya, Rio akan memasak sendiri makanan yang dia inginkan. Salah satu yang pernah dia masak adalah ikan salmon panggang.

“Saat latihan atau bertanding saya harus menjaga diet. Ikan salmon bagus untuk pemulihan otot setelah latihan keras,” ujar Rio dikutip dari Kompas.com, Senin (28/3/2016).

Yang juga tak banyak orang tahu, salah satu cara Rio menjaga semangat adalah dengan berswafoto. Rio pernah tertangkap menjepret selfie di depan cermin kamar mandi. Saat itu, ia menggunakan ponsel Oppo F1 Plus.

“Saya cukup sering ber-selfie dengan tim, keluarga, dan teman dekat,” tutur Rio dalam dokumentasi video sesi pemotretan untuk ponsel kamera itu.

Ketika mendapati pemandangan bagus di sekitarnya, Rio tak akan segan melakukan selfie berlatar panorama itu. Hasil foto tersebut lalu dia kirimkan ke teman dekat atau keluarga.

Belakangan, Rio pun dipilih menjadi ambassador untuk ponsel kamera keluaran Oppo. Dia juga didapuk menjadi salah satu Selfie Expert Member dari pabrikan pembuat ponsel kamera tersebut.

“Salah satu fitur yang aku sukai (dari ponsel kamera Oppo) adalah (fitur) camera filter-nya, (yang) sudah built-in. Filter juga bisa langsung diubah setelah mengambil foto,” ungkap Rio tentang produk yang harus dia promosikan itu.

Selfie Rio Haryanto dengan ponsel Oppo

Foto-foto selfie Rio dapat ditemukan di lini masa akun Twitter dan Instagram-nya, berbaur dengan berbagai informasi seputar karier balap pemuda ini.

Jejak perjalanan Rio

Rio mencetak sejarah sebagai orang pertama asal Indonesia yang menjadi pebalap F1. Ia membawa dunia olahraga Tanah Air ke babak baru. Segenap masyarakat pun bangga dibuatnya.

“Melihat bendera merah putih berkibar saja sudah bergetar apalagi ketika Rio tampil di ajang bergengsi F1,” Kata Duta Besar Indonesia untuk Australia Riphart Najib Kusuma, seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (19/3/2016).

Sebelum menapak ke ajang balapan paling bergengsi ini, Rio mengawali kiprah kelas dunianya di GP2 Series sejak 2011. Dia mengarungi laga itu selama empat tahun.

Bakat anak bungsu pasangan Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati ini terlihat sejak kecil. Ia pertama kali turun sebagai pebalap di arena karting dan sering mendulang penghargaan.

GP2/PAOLO PELLEGRINI
Pebalap Campos Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, naik ke atas podium setelah finis pertama pada sprint race di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Minggu (19/5/2015).

Pada usia sembilan tahun, Rio menyabet gelar Juara Nasional Go-kart kelas Kadet. Dua tahun setelahnya, ia memenangkan gelar Atlet Gokart Junior Terbaik 2005 dari Ikatan Motor Indonesia.

“Melihat talenta dan keinginan kuat Rio, kami sebagai orangtua terus mendukung dia, sejak kecil hingga menggapai cita-citanya,” kata Sang Ibu, Indah Pennywati, yang dikutip Kompas.com, Jumat (19/2/2016).

Rio lagi-lagi meraih Juara Nasional Go-kart pada 2008. Ia kemudian merambah ke dunia balap mobil Formula Asia 2.0 dan langsung berhasil menjadi juara tiga.

Dari sana, kariernya terus menanjak. Rio merebut perhatian dunia ketika ia memenangi 12 podium, termasuk 11 kemenangan dari 15 balapan di Formula BMW Pacific Championship.

Kepiawaiannya ini mengantarkan Rio mendapatkan super license dari Virgin F1 untuk mengikuti test drive F1 di Abu Dhabi pada 2010. Bersamaan, pada tahun itu dia meraih pula posisi kelima di klasemen GP3 Series.

Begini Ambulans Versi Mercy Sprinter

Mercedes-Benz Sprinter bukan hanya bisa digunakan sebagai kendaraan penumpang saja, tapi juga dijadikan ambulans. Salah satu contoh seperti unit yang ditampilkan dalam gelaran Mercedes-Benz Vans Media Experience di Nusa Dua, Bali.

Dengan menggunakan Sprinter 315 CDI A2, van asal Jerman ini diubah menjadi kendaraan penunjang operasional rumah sakit. Kelapangan ruang kabinya dimanfaatkan sebagai ruang perawatan darurat, yang berisikan semua perlengkapan kedokteran.

Ralf Kraemer, Managing Commercial Vehicle Mercedes-Benz Distribution Indonesia, mengatakan, di beberapa negara Eropa Sprinter sudah dijadikan sebagai ambulans, sedangkan di Indonesia pihaknya masih dalam tahap penjajakan.

“Untuk di Indonesia sedang menjajaki kerja sama dengan beberapa rumah sakit dan pemerintah, potensinya sebagai kendaraan ambulans,” ujar Ralf kepada wartawan di Nusa Dua, Bali, Kamis (17/11/2016).

Deputy Director Sales Opersation Bus and Vans Mercedes-Benz Distribution, Adri Budiman, menjelaskan, sebenarnya saat ini Sprinter sudah masuk daftar proses di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).
Stanly/KompasOtomotif
Mercy Sprinter Ambulans

“Pemerintah pada prinsipnya menyiapkan lapangan untuk memasarkan karena memiliki LKPP. Line-up kita sudah terdaftar dan dalam proses register di LKPP,” ucap Adri.

Sedangkan ketika ditanya apakah nanti hanya akan menjadi ambulans saja, ia menerangkan bahwa semua tergntung dengan program pemerintah. “Macam-macam, tergantung kebutuhan. Mereka (pemerintah) punya banyak program, ada kesehatan dan lainnya,” kata Adri.

Adri menjelaskan, hal tersebut merupakan salah satu bentuk kelebihan Sprinter. Pilihan dimensi yang cukup beragam, Sprinter memiliki sifat fleksibel yang bisa digunakan sebagai kendaraan apapun sesuai kebutuhan.

Stanly/KompasOtomotif
Mercy Sprinter Ambulans

Untuk model A2 sendiri merupakan unit terkecil Sprinter yang ada di Indonesia. Dimensi panjangnya mencapai 5.910 mm, lebar 1.994 mm, dan tinggi 2.790 mm, sedangkan untuk kapasitas tempat duduknya mencapai 14 penumpang dengan konfigurasi 12+1+1.

Nissan Navara Taklukkan Gurun Sahara

Pikap kabin ganda andalan Nissan, Navara, kembali diuji pada area ekstrim. Kali ini diajak untuk bergumul dengan hamparan pasir di gurun Sahara, Maroko, Afrika Utara, Jumat (18/11/2016), dan dianggap sebagai salah satu medan terberat roda empat.

Di Indonesia sendiri, Nissan Navara telah berhasil melewati berbagai ujian, mulai dari merambah Aceh dengan kawasan Leuser-nya, menanjak di Gunung Tambora, menjelajah Gunung Sibayak, dan 50 gunung lainnya di Tanah Air.

Baca juga : Julukan Baru, Nissan Navara “Sahabat Gunung”

“Mencicipi trek off-road dengan sensasi padang pasir di Gurun Sahara, Maroko, adalah yang paling menantang, karena kontur gunung pasirnya berbeda dengan yang dilewati selama ini. Cuaca yang ekstrim tidak hanya menguji kendaraan tetapi juga manusia yang mengemudikannya,” ujar Hana Maharani, Head of Communication NMI, dalam siaran resmi yang diterima KompasOtomotif, Jumat (18/11/2016).
Istimewa
Nissan Navara jelajah Gurun Sahara.
Hana melanjutkan, Navara diklaim mampu menghadapi medan berat Sahara. Ini lantaran perpaduan tenaga mesin yang mumpuni, kecanggihan five-link rear suspension, Hill Start Assist, Hill Descent Control dan teknologi penunjang kenyamanan dan keamanan lainnya.

Ramon Vila, pembalap berpengalaman Paris-Dakar Rally, yang juga ikut menjajal pikap Nissan ini, merasa puas mengendarai Navara. “Saya sudah mencoba berbagai jenis kendaraan 4×4 di gurun pasir; dari semua kendaraan yang saya coba, performa Navara adalah yang paling mumpuni,” ucap Vila.

Dalam uji kemudi di Gurun Sahara, peserta menggunakan Nissan Navara spesifikasi Eropa, dengan mesin diesel 2.3L dengan versi 160PS single-turbo dan 190PS twin turbo. Perjalanan dimulai dengan melakukan warming lap, kemudian dilanjutkan dengan long lap secara berkelompok, dengan total perjalanan 182 kilometer dan ditempuh dalam kurun waktu sekitar 5 jam.

Honda Siapkan Model Klasik 300 cc dan 500 cc

Honda bakal gempur pasar kendaraan roda dua dengan model cruiser modern-retro, berkubikasi 300cc dan 500cc. Disebut All New Rebel, produk ini akan diluncurkan pada April 2017 nanti, mengutip Autoblog, Sabtu (19/11/2016).

Meluncur pertama kali pada 1985, model ini pernah tren di zamannya dengan bergaya retro 80-an, yang juga dengan menggendong dua mesin 250cc dan 450cc. Untuk model Rebel 300 terbaru ini, akan mengaplikasikan water-cooled milik CB/CBR 300 (lower-end), sementara Rebel 500 akan berbagi dengan CB/CBR 500 (mid-sized).

Langkah Honda ini dianggap sebagai rencana cerdas, di mana Honda memiliki sepeda motor berbagai model di mini-sport, dengan beberapa gaya tubuh yang berbeda. Jadi mereka memiliki kekuatan dari berbagai sisi, terutama untuk menarik konsumen entry-level.

Honda Rebel punya desain yang cukup “keren”, di mana roda terlihat apik dengan perpaduan motor klasik yang dimodernisasi. Rangka bergaya teralis mendukung desain tangki yang tegak dan indah. Secara keseluruhan, Rebel punya tampilan kelas atas.

Model terbaru Honda ini juga bakal bisa jadi bahan yang menarik, sebagai dasar membangun sepeda kustom murah. Bagi para pengendara baru, ini bakal jadi pilihan menarik yang dihadirkan oleh Honda.

Kedua model akan memiliki fitur keselamatan pengendara yang sudah populer saat ini, seperti ABS (optional). Pilihan warnanya terdiri dari silver, kuning, hitam, dan merah, kecuali jika ingin ABS, hanya tersedia warna hitam. Rebel 300 diperkirakan dibanderol 4.399 dolar atau Rp 58,9 juta, dan Rebel 500 di angka 5.999 dolar atau Rp 80,3 juta.

Perhatikan Langkah Merawat Rantai Motor

Cuek dan mengabaikan perawatan setiap bagian pada tunggangan sehari-hari, bukan hal yang tepat. Pasalnya semuanya komponen sepeda motor punya peran penting, seperti salah satunya rantai.

Namun, berbicara perawatan, juga tidak sembarangan dilakukan. Jika nekat dan tanpa rekomendasi yang benar, justru akan memperparah kondisinya, bukan malah membuatnya semakin awet. Agar tidak tersesat mari simak masukan dari Sriyono, Technical Service Division Astra Honda Motor (AHM).

Pertama, jangan pernah melumasi rantai dengan oli bekas. “Karena kita tidak pernah tahu ada partikel apa yang terkandung di dalam oli bekas tersebut. Bisa saja ada serbuk-serbuk bekas yang berasal dari dalam mesin, yang bisa semakin merusak rantai juga komponen yang berhubungan dengan rantai,” ujar Sriyono kepada KompasOtomotif, Jumat (18/11/2016).

Kedua, jika ingin melumasi rantai, pergunakan oli baru dengan tingkat kekentalan atau SAE 80-90.

Ketiga, bersihkan ratai terlebih dahulu sebelum melakukan pelumasan. “Janga lupa untuk membersihkannya terlebih dahulu. Cukup gunakan detergen untuk menghilangkan kotoran. Jika langsung dilumasi tanpa dibersikan, maka kotoran akan semakin menempel dan merusak rantai,” ujar Sriyono.

Keempat, lakukan pembersihan dan perawatan rantai tersebut secara berkala. “Terkait dengan waktunya, disesuaikan dengan wilayah dan musim. Jika daerahnya berdebu mungkin akan lebih sering dari dibanding dengan yang tidak,” ucap Sriyono.