Calya dan Sigra Ambil Alih Segmen “Mobil Murah”

Model MPV 7-penumpang Toyota Calya dan Daihatsu Sigra sudah mengambil alih pasar low cost green car (LCGC). Dari pantauan data wholesales Gaikindo, pada Oktober, Calya terlaris dengan angka 9.286 unit lantas diikuti Sigra di posisi kedua 6.309 unit.

Posisi seperti ini sebenarnya sudah terjadi pada September, namun ditegaskan kembali pada Oktober. Prestasi keduanya menakjubkan mengingat rekaman penjualannya baru terekam pada Juli.

Secara keseluruhan, selama empat bulan dijual Calya sudah laku 29.650 unit dan Sigra 19.778 unit. Dalam dua bulan terakhir sebelum tutup tahun, Calya dan Sigra bisa saja melewati saudara sendiri, Toyota Agya (38.933 unit) dan Daihatsu Ayla (34.774 unit).

Toyota Astra Motor (TAM) dan Astra Daihatsu Motor (ADM) sudah mengakui sebelumnya, Calya dan Sigra menggerus Agya dan Ayla. Memang demikian, sejak model 7-penumpang dijual, model 5-penumpang turun sekitar 40 – 50 persen.

Satu-satunya model LCGC yang masih memberikan perlawanan sengit yaitu Honda Brio Satya, pada Oktober menduduki peringkat tiga dengan 4.603 unit. Sepanjang tahun ini Brio Satya terjual 29.240 unit namun catatannya sempat terhenti pada April karena peralihan ke desain baru.

Pemilik Ferrari Tanpa Pusing Soal Servis

Ternyata punya Ferrari di Indonesia bukan cuma eksklusif soal citra tetapi juga perawatan mobil. Pemiliknya tidak perlu repot pikir ini-itu karena Citra Langgeng Otomotif (Ferrari Jakarta) selaku distributor Ferrari di dalam negeri, menyediakan paket servis selama tujuh tahun kepemilikan.

Jadi, misalnya Anda punya uang setidaknya Rp 8 miliar untuk beli California T atau tambah beberapa miliar lagi buat menebus 488GTB, GTC4Lusso, atau F12 Berlinetta, dana segitu sudah termasuk paket servis tujuh tahun.

Menurut penjelasan CEO Ferrari Jakarta Arie Christopher, paket tidak termasuk garansi. Namun jika konsumen tidak mau ambil, garansi bisa hangus.

“Jadi selama tujuh tahun konsumen tidak perlu membayar servis, termasuk oli dan ban, sampai wiper, dan brake pad. Itu termasuk servis rutin tetapi tidak termasuk garansi. Kami ada garansi tiga tahun dari pabrikan,” papar Arie saat peluncuran model baru 4-penumpang GTC4Lusso di Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Catatannya, servis rutin dilakukan setiap tahun selama tujuh tahun atau jika angka odometer mencapai 10.000 km dan kelipatannya. Arie bilang biasanya hitungan tahun yang tercapai lebih dulu.

Debut Dunia Landy Discovery di LA Auto Show

Jaguar Land Rover akhirnya meluncurkan generasi terbaru, Land Rover Discovery di ajang Los Angeles Auto Show 2016. Sport utility vehicle (SUV) tujuh penumpang terbaru ini menawarkan perbedaan signifikan ketimbang model sebelumnya.

Rancang bangun Discovery baru jadi lebih canggih karena bobotnya berkurang sampai 480 kg dari model sebelumnya. Selain itu, mesin baru yang digunakan membuat Landy ini lebih ramah lingkungan terkait gas buang karbondioksida.

Kabin SUV ini lapang, karena memang menyasar pada keluarga dan mampu menampung tujuh orang dewasa. Sistem konfigurasi jok juga bisa dilipat menggunakan aplikasi ponsel. Anak-anak yang duduk di belakang juga bisa menikmati beragam hiburan dalam mobil via sistem InControl Touch Pro infotainment.

Merek asal Inggris ini menawarkan Discovery dalam dua pilihan mesin, yakni 3.0-litre, V6, supercharged bertenaga 335 tk dan 3.0-litre V6 diesel menghasilkan 254 tk. Untuk pilihan mesin bensin diklaim lebih irit konsumsi bahan bakarnya sampai 14 persen.
Agung Kurniawan/KompasOtomotif
Mampu menampung 7-penumpang dewasa.
Landy juga memastikan kalau Discovery ini masih dibilang tangguh, karena punya ground clearance 283 mm. Sistem elektronik penuh juga tersedia ketika Discovery harus berjalan “disko” saat melalui lintasan off-road.

Pemasaran seperinya baru terjadi pertengahan 2017 mendatang, dengan banderol mulai 49.900 dollar AS (Rp 665,9 juta).

Klaim Asuransi Garda Oto Tanpa Kertas

Perlindungan kendaraan bagian dari Asuransi Astra, Garda Oto, sudah membuktikan diri sebagai penyedia rasa aman yang melek teknologi. Sejak tahun lalu, proses klaim pakai berkas kertas tidak lagi digunakan. Sebagai gantinya cuma butuh utak-utik ponsel di aplikasi Garda Mobile Otosurvey.

Jadi, jika mobil rusak Anda hanya perlu mengunggah fotonya di fitur Garda Oto Claim. Setelah itu, konsumen bakal dihubungi contact center Garda Akses buat mengumpulkan data terkait dan penjadwalan survei. Cara ini jadi alternatif mengunjungi Garda Center Asuransi Astra yang sudah tersebar di pusat perbelanjaan.

Proses kerja surveyor juga dipermudah karena cara kerja digital seperti ini. Kerusakan pada mobil dan data-data lain yang diperlukan seperti SIM dan STNK cuma perlu difoto lalu diunggah ke aplikasi untuk proses persetujuan.

Jika disetujui, Surat Perintah Kerja (SPK) bakal rilis dan konsumen bisa langsung membawa mobil ke bengkel yang telah dipilih buat mendapat perbaikan.

“Kami percaya kemudahan dan kecepatan akses layanan, utamanya layanan klaim adalah salah satu cara paling tepat untuk menghadirkan peace of mind pada setiap pelanggan,” ujar L. Iwan Pranoto, Head of Communication and Event Asuransi Astra, dalam keterangan resminya, Kamis (17/11/2016).

Mercy Belum Mau Rakit V-Class dan Sprinter di Indonesia

Beberapa model Mercedes-Benz yang dipasarkan di Indonesia sudah dirakit lokal dari pabrik Wanaherang, Bogor, Jawa Barat. Hanya saja, untuk V-Class dan Sprinter masih diimpor utuh (CBU) dari Jerman.

Lalu, apakah ke depannya kedua mobil tersebut juga akan dirakit di Indonesia? Managing Director Commercial Vehicle Mercedes-Bens Distributor Indonesia, Ralf Kraemer, mengatakan untuk saat ini keduanya masih berstatuskan CBU dari Jerman.

“Sejauh ini keduanya masih import, kami belum rakit atau diproduksi di Indonesia. Tapi kita lihat ke depannya, kalau permintaan tinggi mungkin bisa jadi bahan pertimbangan,” ujar Ralf di Nusa Dua, Bali, Kamis (17/11/2016).

Selain Ralf, Departemen Manajer Produk Manajemen Mercedes-Benz Distributor Indonesia, Yudi Lesmana, juga mengutarakan hal yang sama. Menurut Yudi, kemungkinan untuk merakit dan memproduksi V-Class dan Sprinter masih dipelajari.
Stanly/KompasOtomotif
Pilihan Mercedes-Benz Sprinter sesuai kebutuhan.

“Untuk melokalkan suatu produk itu perlu proses panjang, dan sampai saat ini masih kami pelajari. Kami akan lihat dari segala sisi, seperti permintaan dan harga jualnya,” ucap Yudi di waktu yang sama.

Sekadar informasi, pabrik Mercy di Bogor sudah sukses merakit beberapa kendaraan mewah dari segmen sedan sampai SUV. Contohnya seperti GLC, E-Class, S-Class, GLE, dan GL. Menariknya, meski diolah secara lokal tapi Mercy menjamin untuk kualitasnya setara dengan produk yang ada di Jerman.

Seberapa Irit Motor Pakai Pertalite?

Pertamina bekerja sama dengan Tabloid Otomotif sebagai bagian dari Grup Of Magazine Kompas Gramedia, menantang komunitas sepeda motor buat memecahkan rekor irit menggunakan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dengan Research Octane Number (RON) 90 di Jakarta, Sabtu (19/11/2016).

Pekan lalu tim Otomotif mencatatkan rekor irit menggunakan empat motor, yakni Honda Beat dengan angka 68,08‎ kpl, Honda Supra X125 FI 71,9 kpl, Yamaha Nmax 51,6 kpl, dan Yamaha ‎V-Ixion 64,7 ‎kpl. Semua model injeksi itu meneguk Pertalite.

Komunitas yang ditantang merupakan pengguna masing-masing model yaitu Honda Beat Injeksi ‎Jakarta (HBIJ), Club Honda Supra Depok (CHSD), Jakarta Max Owners (JMO), dan Yamaha Music Vixion Club (YMVC). ‎Pesertanya empat orang dari masing-masing komunitas menggunakan motornya sendiri, tersedia total hadiah Rp 10 juta buat pemenang.
Febri Ardani/KompasOtomotif
Bahan bakar minyak baru dari Pertamina, Pertalite.
Rute yang dipakai sama seperti pengujian tim Otomotif, dimulai dari SPBU Pertamina MT Haryono ke SPBU Pertamina di Jelambar, lantas ke SPBU Pertamina di Letjen S Parman, kemudian kembali ke titik awal. Panjang rute sekitar 30 km.
“Waktu kami uji pukul 11 siang, kalau rombongan kan lebih pagi (start 10.00). Selain itu juga kami membawa motor seperti biasa bukan lomba seperti ini, jadi saya yakin rekor bisa dipecahkan,” ucap Dimas Pradopo dari redaksi Otomotif.

Metode pengukuran memakai cara full to full. Artinya saat berangkat semua motor diisi Pertalite hingga penuh, lantas di titik finis bensin yang dihabiskan dihitung lalu dibagi jarak tempuh di odometer.