Pemilik Ferrari Tanpa Pusing Soal Servis

Ternyata punya Ferrari di Indonesia bukan cuma eksklusif soal citra tetapi juga perawatan mobil. Pemiliknya tidak perlu repot pikir ini-itu karena Citra Langgeng Otomotif (Ferrari Jakarta) selaku distributor Ferrari di dalam negeri, menyediakan paket servis selama tujuh tahun kepemilikan.

Jadi, misalnya Anda punya uang setidaknya Rp 8 miliar untuk beli California T atau tambah beberapa miliar lagi buat menebus 488GTB, GTC4Lusso, atau F12 Berlinetta, dana segitu sudah termasuk paket servis tujuh tahun.

Menurut penjelasan CEO Ferrari Jakarta Arie Christopher, paket tidak termasuk garansi. Namun jika konsumen tidak mau ambil, garansi bisa hangus.

“Jadi selama tujuh tahun konsumen tidak perlu membayar servis, termasuk oli dan ban, sampai wiper, dan brake pad. Itu termasuk servis rutin tetapi tidak termasuk garansi. Kami ada garansi tiga tahun dari pabrikan,” papar Arie saat peluncuran model baru 4-penumpang GTC4Lusso di Jakarta, Kamis (17/11/2016).

Catatannya, servis rutin dilakukan setiap tahun selama tujuh tahun atau jika angka odometer mencapai 10.000 km dan kelipatannya. Arie bilang biasanya hitungan tahun yang tercapai lebih dulu.

Debut Dunia Landy Discovery di LA Auto Show

Jaguar Land Rover akhirnya meluncurkan generasi terbaru, Land Rover Discovery di ajang Los Angeles Auto Show 2016. Sport utility vehicle (SUV) tujuh penumpang terbaru ini menawarkan perbedaan signifikan ketimbang model sebelumnya.

Rancang bangun Discovery baru jadi lebih canggih karena bobotnya berkurang sampai 480 kg dari model sebelumnya. Selain itu, mesin baru yang digunakan membuat Landy ini lebih ramah lingkungan terkait gas buang karbondioksida.

Kabin SUV ini lapang, karena memang menyasar pada keluarga dan mampu menampung tujuh orang dewasa. Sistem konfigurasi jok juga bisa dilipat menggunakan aplikasi ponsel. Anak-anak yang duduk di belakang juga bisa menikmati beragam hiburan dalam mobil via sistem InControl Touch Pro infotainment.

Merek asal Inggris ini menawarkan Discovery dalam dua pilihan mesin, yakni 3.0-litre, V6, supercharged bertenaga 335 tk dan 3.0-litre V6 diesel menghasilkan 254 tk. Untuk pilihan mesin bensin diklaim lebih irit konsumsi bahan bakarnya sampai 14 persen.
Agung Kurniawan/KompasOtomotif
Mampu menampung 7-penumpang dewasa.
Landy juga memastikan kalau Discovery ini masih dibilang tangguh, karena punya ground clearance 283 mm. Sistem elektronik penuh juga tersedia ketika Discovery harus berjalan “disko” saat melalui lintasan off-road.

Pemasaran seperinya baru terjadi pertengahan 2017 mendatang, dengan banderol mulai 49.900 dollar AS (Rp 665,9 juta).

Klaim Asuransi Garda Oto Tanpa Kertas

Perlindungan kendaraan bagian dari Asuransi Astra, Garda Oto, sudah membuktikan diri sebagai penyedia rasa aman yang melek teknologi. Sejak tahun lalu, proses klaim pakai berkas kertas tidak lagi digunakan. Sebagai gantinya cuma butuh utak-utik ponsel di aplikasi Garda Mobile Otosurvey.

Jadi, jika mobil rusak Anda hanya perlu mengunggah fotonya di fitur Garda Oto Claim. Setelah itu, konsumen bakal dihubungi contact center Garda Akses buat mengumpulkan data terkait dan penjadwalan survei. Cara ini jadi alternatif mengunjungi Garda Center Asuransi Astra yang sudah tersebar di pusat perbelanjaan.

Proses kerja surveyor juga dipermudah karena cara kerja digital seperti ini. Kerusakan pada mobil dan data-data lain yang diperlukan seperti SIM dan STNK cuma perlu difoto lalu diunggah ke aplikasi untuk proses persetujuan.

Jika disetujui, Surat Perintah Kerja (SPK) bakal rilis dan konsumen bisa langsung membawa mobil ke bengkel yang telah dipilih buat mendapat perbaikan.

“Kami percaya kemudahan dan kecepatan akses layanan, utamanya layanan klaim adalah salah satu cara paling tepat untuk menghadirkan peace of mind pada setiap pelanggan,” ujar L. Iwan Pranoto, Head of Communication and Event Asuransi Astra, dalam keterangan resminya, Kamis (17/11/2016).

Mercy Belum Mau Rakit V-Class dan Sprinter di Indonesia

Beberapa model Mercedes-Benz yang dipasarkan di Indonesia sudah dirakit lokal dari pabrik Wanaherang, Bogor, Jawa Barat. Hanya saja, untuk V-Class dan Sprinter masih diimpor utuh (CBU) dari Jerman.

Lalu, apakah ke depannya kedua mobil tersebut juga akan dirakit di Indonesia? Managing Director Commercial Vehicle Mercedes-Bens Distributor Indonesia, Ralf Kraemer, mengatakan untuk saat ini keduanya masih berstatuskan CBU dari Jerman.

“Sejauh ini keduanya masih import, kami belum rakit atau diproduksi di Indonesia. Tapi kita lihat ke depannya, kalau permintaan tinggi mungkin bisa jadi bahan pertimbangan,” ujar Ralf di Nusa Dua, Bali, Kamis (17/11/2016).

Selain Ralf, Departemen Manajer Produk Manajemen Mercedes-Benz Distributor Indonesia, Yudi Lesmana, juga mengutarakan hal yang sama. Menurut Yudi, kemungkinan untuk merakit dan memproduksi V-Class dan Sprinter masih dipelajari.
Stanly/KompasOtomotif
Pilihan Mercedes-Benz Sprinter sesuai kebutuhan.

“Untuk melokalkan suatu produk itu perlu proses panjang, dan sampai saat ini masih kami pelajari. Kami akan lihat dari segala sisi, seperti permintaan dan harga jualnya,” ucap Yudi di waktu yang sama.

Sekadar informasi, pabrik Mercy di Bogor sudah sukses merakit beberapa kendaraan mewah dari segmen sedan sampai SUV. Contohnya seperti GLC, E-Class, S-Class, GLE, dan GL. Menariknya, meski diolah secara lokal tapi Mercy menjamin untuk kualitasnya setara dengan produk yang ada di Jerman.

Seberapa Irit Motor Pakai Pertalite?

Pertamina bekerja sama dengan Tabloid Otomotif sebagai bagian dari Grup Of Magazine Kompas Gramedia, menantang komunitas sepeda motor buat memecahkan rekor irit menggunakan bahan bakar minyak (BBM) Pertalite dengan Research Octane Number (RON) 90 di Jakarta, Sabtu (19/11/2016).

Pekan lalu tim Otomotif mencatatkan rekor irit menggunakan empat motor, yakni Honda Beat dengan angka 68,08‎ kpl, Honda Supra X125 FI 71,9 kpl, Yamaha Nmax 51,6 kpl, dan Yamaha ‎V-Ixion 64,7 ‎kpl. Semua model injeksi itu meneguk Pertalite.

Komunitas yang ditantang merupakan pengguna masing-masing model yaitu Honda Beat Injeksi ‎Jakarta (HBIJ), Club Honda Supra Depok (CHSD), Jakarta Max Owners (JMO), dan Yamaha Music Vixion Club (YMVC). ‎Pesertanya empat orang dari masing-masing komunitas menggunakan motornya sendiri, tersedia total hadiah Rp 10 juta buat pemenang.
Febri Ardani/KompasOtomotif
Bahan bakar minyak baru dari Pertamina, Pertalite.
Rute yang dipakai sama seperti pengujian tim Otomotif, dimulai dari SPBU Pertamina MT Haryono ke SPBU Pertamina di Jelambar, lantas ke SPBU Pertamina di Letjen S Parman, kemudian kembali ke titik awal. Panjang rute sekitar 30 km.
“Waktu kami uji pukul 11 siang, kalau rombongan kan lebih pagi (start 10.00). Selain itu juga kami membawa motor seperti biasa bukan lomba seperti ini, jadi saya yakin rekor bisa dipecahkan,” ucap Dimas Pradopo dari redaksi Otomotif.

Metode pengukuran memakai cara full to full. Artinya saat berangkat semua motor diisi Pertalite hingga penuh, lantas di titik finis bensin yang dihabiskan dihitung lalu dibagi jarak tempuh di odometer.

Konsumsi Pertalite Melonjak 700 Persen!

Produk bahan bakar minyak (BBM) yang meluncur tahun lalu, Pertalite, kini semakin dipilih oleh rakyat Indonesia. Menurut keterangan dari Awan Raharjo, Senior Sales Executive Pertamina Wilayah Jakarta Selatan dan Timur, pemakaian Pertalite sudah melonjak hingga 700 persen.

“Sampai saat ini penerimaan masyarkat sangat bagus. Kalau dilihat data dari Januari – Oktober, pada Januari secara nasional 3.500 kl per hari, sampai akhir oktober itu 28.000 kl lebih per hari. Jika dipersentasekan sudah 700 persen naiknya,” ucap Awan, di Jakarta, Sabtu (19/11/2016).

Awan menjelaskan, masyarakat kini sudah paham akan kebutuhan BBM yang lebih baik. Pertalite dikatakan membawa banyak keuntungan positif ketimbang Premium.

Pada awal tahun ini Awan bilang porsi pemakaian Premium masih mendominasi sampai 80 persen dibanding seluruh produk BBM bensin dari Pertamina. Pada November, porsinya jatuh sampai di bawah 50 persen.

Pertalite merupakan produk tambahan dari Pertamina dengan RON 90 untuk mengisi level di atas Premium RON 88 dan di bawah Pertamax 92. Pertalite diklaim memiliki kualitas lebih baik dan memberikan dampak lebih bagus pada kendaraan.

Kerinduan Rio Haryanto…

Rio Haryanto tercatat terakhir kali memacu mobil balapnya di Arena Hockenheimring, Jerman, pada Juli 2016. Apa aktivitas Rio sesudah itu?

“Sebagai pebalap, semua pasti ingin menjadi main driver (pebalap utama). Saya sangat rindu (kembali ke posisi itu),” ujar Rio seperti dilansir Kompas.com, Sabtu (5/11/2016).

Pemuda asal Solo ini terpaksa didudukkan ke bangku cadangan tim Manor Racing karena tak terpenuhinya pembayaran uang masuk untuk balapan F1 2016. Meski begitu, ia masih ikut rombongan Manor dan tetap melakukan tugasnya dengan profesional.

Sebagai cadangan, Rio bekerja layaknya pebalap utama kecuali berlomba di area sirkuit. Ia konsisten hadir dalam pertemuan tim untuk membicarakan persoalan teknis sebelum balapan.

Rio mengaku tetap optimistis menyongsong kariernya di laga F1 tahun depan. Bagaimanapun, ia mengantongi pengalaman dari debutnya pada musim ini.

“Peluang saya masih cukup besar. Saya sudah memiliki pengalaman, tidak seperti musim lalu ketika saya masih menjadi jebolan dari GP2,” ujar pemuda berusia 23 tahun itu.

Tak salah. Rio memang telah menyelesaikan 12 seri pada musim ini. Ia sudah bertanding di beragam arena balap F1, di antaranya sirkuit di Australia, Bahrain, dan China.

Ke depan, ia berharap dapat bergabung dengan tim yang lebih kompetitif. Sejalan dengan itu pula, Rio berharap bisa mencetak prestasi makin baik.

“Mohon dukungan dari semua pihak agar saya secepatnya mendapatkan tim untuk musim 2017,” ujar Rio.

Sisi lain Rio

Di luar kariernya sebagai pebalap, Rio ternyata punya hobi memasak. Kesukaannya itu datang dari pengalaman saat tinggal jauh dari orangtua.
Kompas/Budiman Tanuerdjo
Rio Haryanto jumpa pers di Melbourne Australia sebelum balapan, Minggu (20/3/2016).

“Dia bisa masak sendiri. Kemampuan masaknya cukup baik, dari masakan nasional sampai Internasional,” kata Sinyo, seperti dikutip Kompas.com Senin (14/3/2016).

Jika bosan dengan menu katering yang disediakan untuk timnya, Rio akan memasak sendiri makanan yang dia inginkan. Salah satu yang pernah dia masak adalah ikan salmon panggang.

“Saat latihan atau bertanding saya harus menjaga diet. Ikan salmon bagus untuk pemulihan otot setelah latihan keras,” ujar Rio dikutip dari Kompas.com, Senin (28/3/2016).

Yang juga tak banyak orang tahu, salah satu cara Rio menjaga semangat adalah dengan berswafoto. Rio pernah tertangkap menjepret selfie di depan cermin kamar mandi. Saat itu, ia menggunakan ponsel Oppo F1 Plus.

“Saya cukup sering ber-selfie dengan tim, keluarga, dan teman dekat,” tutur Rio dalam dokumentasi video sesi pemotretan untuk ponsel kamera itu.

Ketika mendapati pemandangan bagus di sekitarnya, Rio tak akan segan melakukan selfie berlatar panorama itu. Hasil foto tersebut lalu dia kirimkan ke teman dekat atau keluarga.

Belakangan, Rio pun dipilih menjadi ambassador untuk ponsel kamera keluaran Oppo. Dia juga didapuk menjadi salah satu Selfie Expert Member dari pabrikan pembuat ponsel kamera tersebut.

“Salah satu fitur yang aku sukai (dari ponsel kamera Oppo) adalah (fitur) camera filter-nya, (yang) sudah built-in. Filter juga bisa langsung diubah setelah mengambil foto,” ungkap Rio tentang produk yang harus dia promosikan itu.

Selfie Rio Haryanto dengan ponsel Oppo

Foto-foto selfie Rio dapat ditemukan di lini masa akun Twitter dan Instagram-nya, berbaur dengan berbagai informasi seputar karier balap pemuda ini.

Jejak perjalanan Rio

Rio mencetak sejarah sebagai orang pertama asal Indonesia yang menjadi pebalap F1. Ia membawa dunia olahraga Tanah Air ke babak baru. Segenap masyarakat pun bangga dibuatnya.

“Melihat bendera merah putih berkibar saja sudah bergetar apalagi ketika Rio tampil di ajang bergengsi F1,” Kata Duta Besar Indonesia untuk Australia Riphart Najib Kusuma, seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (19/3/2016).

Sebelum menapak ke ajang balapan paling bergengsi ini, Rio mengawali kiprah kelas dunianya di GP2 Series sejak 2011. Dia mengarungi laga itu selama empat tahun.

Bakat anak bungsu pasangan Sinyo Haryanto dan Indah Pennywati ini terlihat sejak kecil. Ia pertama kali turun sebagai pebalap di arena karting dan sering mendulang penghargaan.

GP2/PAOLO PELLEGRINI
Pebalap Campos Racing asal Indonesia, Rio Haryanto, naik ke atas podium setelah finis pertama pada sprint race di Sirkuit Sakhir, Bahrain, Minggu (19/5/2015).

Pada usia sembilan tahun, Rio menyabet gelar Juara Nasional Go-kart kelas Kadet. Dua tahun setelahnya, ia memenangkan gelar Atlet Gokart Junior Terbaik 2005 dari Ikatan Motor Indonesia.

“Melihat talenta dan keinginan kuat Rio, kami sebagai orangtua terus mendukung dia, sejak kecil hingga menggapai cita-citanya,” kata Sang Ibu, Indah Pennywati, yang dikutip Kompas.com, Jumat (19/2/2016).

Rio lagi-lagi meraih Juara Nasional Go-kart pada 2008. Ia kemudian merambah ke dunia balap mobil Formula Asia 2.0 dan langsung berhasil menjadi juara tiga.

Dari sana, kariernya terus menanjak. Rio merebut perhatian dunia ketika ia memenangi 12 podium, termasuk 11 kemenangan dari 15 balapan di Formula BMW Pacific Championship.

Kepiawaiannya ini mengantarkan Rio mendapatkan super license dari Virgin F1 untuk mengikuti test drive F1 di Abu Dhabi pada 2010. Bersamaan, pada tahun itu dia meraih pula posisi kelima di klasemen GP3 Series.